Thursday, April 25, 2013

Cara senang dan tersangatlah mudah untuk membuatkan awek mengejar korang.

Assalamualaikum, haa.. mesti ramai lelaki yang nak baca entri ni kan? ekeke,ok.. ni memang cara senang dan tersangatlah mudah untuk membuatkan awek mengejar korang.. 1. Pertama dekati awek yang korang nak tu.. 2. Berikan senyuman yang indah lagi berkeyakinan.. 3. Berikan tatapan kepada anak matanya.. 4. Pegang tangannya.. 5. AMBIL DOMPETNYA.. 6. Dan..Bawa lari dompetnya.. Haa..mudah bukan?dijamin dengan cara ini anda mungkin ‘dikejar’ awek tersebut.. selamat mencuba,,tapi risiko tanggung sendiri la yekk :p NIZARAZU

Liverpool striker Luis Suarez

Liverpool striker Luis Suarez Liverpool striker Luis Suarez was handed a 10-match suspension by the Football Association following his bite on Chelsea defender Branislav Ivanovic at the weekend. Suarez accepted a charge of violent conduct after the incident in the 2-2 Premier League draw at Anfield on Sunday but disputed the FA view that it merited more than a three-game ban. An Independent Regulatory Commission met in London on Wednesday to decide the Uruguayan international's fate and added seven games to the usual ban for violent conduct. The suspension begins immediately, meaning Liverpool's leading scorer will miss his side's last four games of the season and the first six at the beginning of next term. Liverpool, who expressed their shock at the Commission's decision, have until Friday to appeal. "Both the club and player are shocked and disappointed at the severity of today's Independent Regulatory Commission decision," Liverpool managing director Ian Ayre said in a statement. "We await the written reasons tomorrow (Thursday) before making any further comment." Suarez's bite on Ivanovic's arm at Anfield was missed by referee Kevin Friend but television replays showed him sinking his teeth into the Serbian. The 26-year-old Suarez, who was banned for biting an opponent while with Dutch club Ajax before joining Liverpool in 2011, apologised after the game and was fined a reported £200,000 by the club. However, he was widely condemned for his behaviour with some reports suggesting he was in danger of being sacked by the club, although Liverpool said this week that they wanted the Uruguayan to see out his four-year contract. The FA said a three-match ban was "clearly insufficient" for the serious nature of the offence. There was widespread support for the length of the punishment imposed with former Liverpool player Graeme Souness telling Sky Sports News: "I think 10 games is about right. "What he did on Sunday is something I've never seen in a game anywhere before." Former Liverpool midfielder Jamie Redknapp agreed. "I think you have to accept that the crime that he committed probably warranted a 10-game ban," he said. "It was an awful act of brutality really what he did and now he won't play for such a long time - it's is going to hit him where it hurts because he wants to play football." Professional Footballers' Association chief executive Gordon Taylor said the length of the sanction sent out a "strong message" but that it was important that the player received counselling to make sure it did not happen again. Not everyone backed the FA's decision. "Players who break peoples' legs, who do horrible tackles, get a three-game ban," former Liverpool striker John Aldridge told Sky Sports News. "It's inconsistent. For me, it's not right, it's over the top." Controversy has followed Suarez since he joined Liverpool, with his antics often overshadowing his impact on the pitch. He served an eight-match ban for racially abusing Manchester United's Patrice Evra last season and later angered United manager Alex Ferguson by failing to shake the French defender's hand before their league match in February last year. He has also been regularly accused of diving to win penalties and free kicks, while in an FA Cup tie this season against minor league Mansfield Town he was again criticised for scoring a goal despite a blatant handball. Until Manchester United forward Robin Van Persie's hat-trick against Aston Villa on Monday that secured the title, Suarez was leading scorer in the league with 23 goals and he is included on a six-player shortlist for PFA Player of the Year. SOCCERBUZZ

12 Golongan Yang Di Doakan Malaikat

Malaikat ialah makhluk yang sangat taat kepada Allah, mereka hanya tahu beramal saja, dalam diri mereka hanya ada kebaikan saja, oleh itu sekiranya para-para malaikat ini ingin mohon sesuatu kepada Allah SWT hampir 100% doa itu akan dikabulkan oleh Allah SWT, oleh demikian itu beruntunglah mereka-mereka yang mendapat doa dari para malaikat. Antara yang mendapat doa dari malaikat adalah: 1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”. (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar) 2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat. “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’ (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469) 3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam solat berjamaah. “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan” (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib) 4. Orang-orang yang menyambung shaf pada solat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf). “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf” (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah) 5. Para malaikat mengucapkan ‘amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah. “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu” (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782) 6. Orang yang duduk di tempat solatnya setelah melakukan solat. “Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat solat dimana ia melakukan solat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’” (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106) 7. Orang-orang yang melakukan solat shubuh dan ‘asar secara berjemaah. “Para malaikat berkumpul pada saat solat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga solat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’” (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no.9140) 8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan. “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’ (HR Imam Muslim dari Ummud Darda’, Shahih Muslim 2733) 9. Orang-orang yang berinfak. “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’” (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010) 10. Orang yang sedang makan sahur. “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa) kepada orang-orang yang sedang makan sahur” Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa”sunnah” (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar) 11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit. “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh” (HR Imam Ahmad dari ‘Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754) 12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain” (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)

Wednesday, April 24, 2013

PERUBAHAN CUIT SEKOLAH PENGGAL KE3.

BANDAR SERI BEGAWAN, 23 April - Kementerian Pendidikan hari ini memaklumkan bahawa Kebawah Duli yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam telah memperkenankan bagi perubahan tarikh cuti persekolahan penggal ketiga bagi sekolah-sekolah dan maktab-maktab Negara Brunei Darussalam tahun 2013, seminggu lebih awal dari yang telah dijadualkan iaitu mulai Ahad (13 Oktober) hingga Jumaat (18 Oktober) 2013 kepada Ahad, 6 Oktober hingga Jumaat, 11 Oktober 2013. Perubahan tarikh cuti persekolahan penggal ketiga ini adalah bertujuan untuk menyejajarkan dengan tarikh Sidang Kemuncak ASEAN ke-23 yang akan diadakan di Bandar Seri Begawan, Negara Brunei Darussalam bermula pada Rabu 4 Zulhijjah 1434 bersamaan 10 Oktober 2013.

Wedding Promotion???

Please contac +6737226994 or whatssap +6737133840

Inilah Antara Kasut Yang Paling Ditakuti Banduan Penjara!

Assalamualaikum dan selamat sejahtera, kasut ini dihasilkan oleh Warden, J.c Gardner pada tahun 1866, kasut ini juga dipanggil the Oregon Boot atau man-killer. Kasut ini mempunyai berat di antara 5 hingga 28 paun. Kasut ini telah dipakai oleh banduan untuk mengelakkan mereka dari larikan diri. Selain itu, ramai banduan yang memakai kasut ini satu masa yang panjang akan menyebabkan masalah fizikal yang parah.

Kisah Benar Di Arab Saudi – Peringatan Allah Untuk Remaja Yang Meninggalkan Solat

Assalamualaikum dan selamat sejahtera, ini ada suatu kisah menarik yang boleh dijadikan iktibar kepada kita semua. Kisah ini dipetik dari Majalah Indonesia jadi penggunaan bahasa adalah Bahasa Indonesia yang mudah difahami oleh kita semua.. InsyaAllah.. Kisah nyata ini diceritakan sendiri oleh pelakunya dan pernah disiarkan oleh Radio Al Qur’an di Makkah al Mukarramah. Kisah ini terjadi pada musim haji beberapa tahun yang lalu di daerah Syu’aibah, yaitu daerah pesisir pantai laut merah, terletak 110 Km di Selatan Jeddah. Pemilik kisah ini berkata: Ayahku adalah seorang imam masjid, namun demikian aku tidak shalat. Beliau selalu memerintahkan aku untuk shalat setiap kali datang waktu shalat. Beliau membangunkan ku untuk shalat subuh. Akan tetapi aku berpura-pura seakan-akan pergi ke masjid padahal tidak. Bahkan aku hanya mencukupkan diri dengan berputar-putar naik mobil hingga jama’ah selesai menunaikan shalat. Keadaan yang demikian terus berlangsung hingga aku berumur 21 tahun. Pada seluruh waktu ku yang telah lewat tersebut aku jauh dari Allah dan banyak bermaksiat kepada-Nya. Tetapi meskipun aku meninggalkan shalat, aku tetap berbakti kepada kedua orang tuaku. [Inilah sekelumit dari kisah hidupku di masa lalu] Pada suatu hari, kami sekelompok pemuda bersepakat untuk pergi rekreasi ke laut. Kami berjumlah lima orang pemuda. Kami sampai di pagi hari, lalu membuat tenda di tepi pantai. Seperti biasanya kamipun menyembelih kambing dan makan siang. Setelah makan tengahari, kamipun mempersiapkan diri turun ke laut untuk menyelam dengan tabung oksigen. Sesuai aturan, wajib ada satu orang yang tetap tinggal di luar, di sisi kemah, hingga dia bisa bertindak pada saat para penyelam itu terlambat datang pada waktu yang telah ditentukan. Akupun duduk, dikarenakan aku lemah dalam penyelaman. Aku duduk seorang diri di dalam kemah, sementara disamping kami juga terdapat sekelompok pemuda yang lain. Saat datang waktu shalat, salah seorang diantara mereka mengumandangkan adzan, kemudian mereka mulai menyiapkan shalat. Aku terpaksa masuk ke dalam laut untuk berenang agar terhindar dari kesulitan yang akan menimpaku jika aku tidak shalat bersama mereka. Karena kebiasaan kaum muslimin di sini adalah sangat menaruh perhatian terhadap shalat berjamaah dengan perhatian yang sangat besar, hingga menjadi aib bagi kami jika seseorang shalat fardhu sendirian. Aku sangat mahir dalam berenang. Aku berenang hingga merasa kelelahan sementara aku berada di daerah yang dalam. Aku memutuskan untuk tidur diatas punggungku dan membiarkan tubuhku hingga bisa mengapung di atas air. Dan itulah yang terjadi. Secara tiba-tiba, seakan-akan ada orang yang menarikku ke bawah… aku berusaha untuk naik…..aku berusaha untuk melawan….aku berusaha dengan seluruh cara yang aku ketahui, akan tetapi aku merasa orang yang tadi menarikku dari bawah menuju ke kedalaman laut seakan-akan sekarang berada di atasku dan menenggelamkan kepalaku ke bawah. Aku berada dalam keadaan yang ditakuti oleh semua orang. Aku seorang diri, pada saat itu aku merasa lebih lemah daripada lalat. Nafaspun mulai tersendat, darah mulai tersumbat di kepala, aku mulai merasakan kematian! Tiba-tiba, aku tidak tahu mengapa…aku ingat kepada ayahku, saudara-saudaraku, kerabat-kerabat dan teman-temanku… hingga karyawan di toko pun aku mengingatnya. Setiap orang yang pernah lewat dalam kehidupanku terlintas dalam ingatanku…semuanya pada detik-detik yang terbatas…kemudian setelah itu, aku ingat diriku sendiri..!.!! Mulailah aku bertanya kepada diriku sendiri…apa engkau shalat? Tidak. Apa engkau puasa? Tidak. Apa engkau telah berhaji? Tidak. Apa engkau bershadaqah? Tidak. Engkau sekarang di jalan menuju Rabbmu, engkau akan terbebas dan berpisah dari kehidupan dunia, berpisah dari teman-temanmu, maka bagaimana kamu akan menghadap Rabb-mu? Tiba-tiba aku mendengar suara ayahku memanggilku dengan namaku dan berkata: “Bangun dan shalatlah.” Suara itupun terdengar di telingaku tiga kali. Kemudian terdengarlah suara beliau adzan. Aku merasa dia dekat dan akan menyelamatkanku. Hal ini menjadikanku berteriak menyerunya dengan memanggil namanya, sementara air masuk ke dalam mulutku. Aku berteriak-teriak…tapi tidak ada yang menjawab. Aku merasakan asinnya air di dalam tubuhku, mulailah nafas terputus-putus. Aku yakin akan mati, aku berusaha untuk mengucapkan syahadat….ku ucapkan Asyhadu…Asyhadu…aku tidak mampu untuk menyempurnakannya, seakan-akan ada tangan yang memegang tenggorokanku dan menghalangiku dari mengucapkannya. Aku merasa bahwa nyawaku sudah dalam perjalanan keluar dari tubuhku. Akupun berhenti bergerak…inilah akhir dari ingatanku. Aku terbangun dan mendapati diriku berada di dalam kemah…dan di sisiku ada seorang anggota tentera dari Khafar al Sawakhil (penjaga garis batas laut), dan bersamanya para pemuda yang tadi mempersiapkan diri untuk shalat. Saat aku terbangun, tentera itu berkata: ”Segala puji bagi Allah atas keselamatan ini.” Kemudian dia langsung beranjak pergi dari tempat kami. Aku pun bertanya kepada para pemuda tentang tentera tersebut. “Apakah kalian mengenalnya?” Mereka tidak mengetahuinya, “Dia datang secara tiba-tiba ke tepi pantai dan mengeluarkanmu dari laut, kemudian segera pergi sebagaimana engkau lihat” kata mereka. Akupun bertanya kepada mereka: “Bagaimana kalian melihatku di air?” Mereka menjawab,”Sementara kami di tepi pantai, kami tidak melihatmu di laut, dan kami tidak merasakan kehadiranmu, kami tidak merasakannya hingga saat tentara tersebut hadir dan mengeluarkanmu dari laut.” Perlu diketahui bahwa jarak terdekat dengan Markas Penjaga Garis Laut adalah sekitar 20 Km dari kemah kami, sementara jalannya pun jalan darat, yaitu membutuhkan sekitar 20 minit hingga sampai di tempat kami sementara peristiwa tenggelam tadi berlangsung dalam beberapa menit. Para pemuda itu bersumpah bahawa mereka tidak melihatku. Maka bagaimana tentera tersebut melihatku? Demi Tuhan yang telah menciptakanku, hingga hari ini aku tidak tahu bagaimana dia bisa sampai kepadaku. Seluruh peristiwa ini terjadi saat teman-temanku berada dalam penyelaman di laut. Ketika aku bersama para pemuda yang menengokku di dalam kemah, HP-ku berdering. segera HP kuangkat, ternyata ayah yang menelepon. Akupun merasa bingung, karena sesaat sebelumnya aku mendengar suaranya ketika aku di kedalaman dan sekarang dia menelepon? Aku menjawab….beliau menanyai keadaanku, apakah aku dalam keadaan baik? Beliau mengulang-ulangnya, berkali-kali. Tentu saja aku tidak mengabarkan kepada beliau, supaya tidak cemas. Setelah pembicaraan selesai aku merasa sangat ingin shalat. Maka aku berdiri dan shalat dua rakaat, yang selama hidupku belum pernah aku lakukan. Dua rakaat itu aku habiskan selama dua jam. Dua rakaat yang kulakukan dari hati yang jujur dan banyak menangis di dalamnya. Aku menunggu kawan-kawanku hingga mereka kembali dari penyelaman. Aku meminta izin pulang terlebih dahulu. Akupun sampai di rumah dan ayahku ada di sana. Pertama kali aku membuka pintu, beliau sudah ada di hadapanku dan berkata: “Kemari, aku merindukanmu!” Akupun mengikutinya, kemudian beliau bersumpah kepadaku dengan nama Allah agar aku mengatakan kepada beliau tentang apa yang telah terjadi padaku di waktu Ashar tadi. Akupun terkejut, bingung, gemetar dan tidak mampu berkata-kata. Aku merasa beliau sudah tahu. Beliau mengulangi pertanyaannya dua kali. Akhirnya aku menceritakan apa yang terjadi padaku. Kemudian beliau berkata: ”Demi Allah, sesungguhnya aku tadi mendengarmu memanggilku, sementara aku dalam keadaan sujud kedua pada akhir shalat Ashar, seakan-akan engkau berada dalam sebuah musibah. Engkau memanggil-manggilku dengan teriakan yang menyayat-nyayat hatiku. Aku mendengar suaramu dan aku tidak bisa menguasai diriku hingga aku berdo’a untukmu dengan sekeras-kerasnya sementara manusia mendengar do’aku”. “Tiba-tiba, aku merasa seakan-akan ada seseorang yang menuangkan air dingin di atasku. Setelah shalat, aku segera keluar dari masjid dan menghubungimu. Segala puji bagi Allah, aku merasa tenang bagitu mendengar suaramu. Akan tetapi wahai anakku, engkau cuai terhadap shalat. Engkau menyangka bahwa dunia akan kekal bagimu, dan engkau tidak mengetahui bahawa Tuhanmu berkuasa merubah keadaanmu dalam beberapa detik. Ini adalah sebahagian dari kekuasaan Allah yang Dia perbuat terhadapmu. Akan tetapi Tuhan kita telah menetapkan umur baru bagimu.” Saat itulah aku tahu bahwa yang menyelamatkan aku dari peristiwa tersebut adalah karena Rahmat Allah Ta’ala kemudian karena do’a ayah untukku. Ini adalah sentuhan lembut dari sentuhan-sentuhan kematian. Allah Ta’ala ingin memperlihatkan kepada kita bahawa betapapun kuat dan perkasanya manusia akan menjadi makhluk yang paling lemah di hadapan keperkasaan dan keagungan Allah Ta’ala. Maka semenjak hari itu, shalat tidak pernah luput dari fikiranku. Alhamdulillah. Wahai para remaja, wajib atas kalian taat kepada Allah dan berbakti kepada kedua orang tua. Ya Allah, ampunilah kami dan kedua orang tua kami, terimalah taubat kami dan taubat mereka dan rahmatilah mereka dengan rahmat-Mu. # Semoga kisah ini dijadikan renungan dan iktibar kepada kita semua.. insyaAllah Sumber: Majalah Qiblati Edisi 10 tahun II, Juli 2007 M
Wazee Photography copyright.